Buah Pokok Bidara Ziziphus mauritiana

, , Leave a comment

jual daun bidara


Termasuk juga dalam familia Rhammaceae. Familia Rhammaceae ini mempunyai lebih kurang 55 genus serta 900 species (Anjum. 2005).
Gambaran dari Ziziphus mauritiana yaitu seperti berikut :
1. Habitat serta Penyebaran
Ziziphus mauritiana yaitu satu diantara buah yang paling kuno asli India. Tumbuhan ini tumbuh di daerah tropis, sub tropis serta daerah Tanaman ini datang dari Timur Tengah serta sudah menebar di lokasi Tropik serta sub tropik, termasuk juga Asia Tenggara. Tanaman ini bisa menyesuaikan dengan beragam keadaan, namun tumbuhan ini lebih suka pada hawa yang panas dengan curah hujan sekitar pada 125 mm serta diatas 2000 mm. Suhu maksimum supaya bisa tumbuh dengan baik yaitu 37-48C, dengan suhu minimun 7-13C. Tanaman ini biasanya diketemukan pada daerah dengan ketinggian 0-1000 m dpl (Dahiru. 2010). Liar serta dibudidayakan diketemukan di kering daerah serta beberapa tempat berbatu (Marwat. 2009).

jual daun bidara
2. Habitus
Z. mauritiana yaitu tumbuhan semak, dengan tinggi meraih 15 m (Clifford. 2001). Familia Rhammaceae mempunyai perawakan semak atau pohon tidak sering yang berbentuk terna (Gembong. 2010).

3. Akar
Perakaran tunggang

4. Batang
Pohon senantiasa hijau atau 1/2 meranggas, tumbuh tegak, atau menebar dengan cabang-cabangnya yang terkulai (declinatus) mempunyai goresan tidak teratur, berwarna abu-abu atau hitam sirna tiap-tiap percabangan ranting ada dua duri yang alami modifikasi di bagian ujungnya., satu berkelok serta yang lain lurus. (Heyna. 1897).
Batangnya silinder, berwarna coklat kemerahan, pada batang yang telah tua bakal berwarna keabu-abuan sirna, permukaan kasar, keras serta berkayu (Latif. 2002).

4. Daun
Daunnya berupa bulat telur atau lonjong dengan puncak membulat serta pinggir daun bergerigi. Panjang daunnya kurang 3, 8 cm, lebarnya 2, 9 cm. Daun berwarna hijau, mengkilap di segi atas serta hijau pucat keabu-abuan di bawah (Yovita. 2009). Berdaun tunggal dengan letak yang berselang-seling, berupa bundar-lonjong, memiliki ukuran 2-9 cm x 1, 5-5 cm, dengan tepian yang berkilap, tak berbulu. Tulang daun membujur riil dengan tangkai daun memiliki ukuran panjang 8-15 mm. Daun berwarna hijau serta bakal menguring saat menua (Clifford. 2001).

5. Bunga
Bunganya kecil, bunga majemuk, berwarna hijau kekuningan, letak axilar daun (inflorescence), berpuncak datar, bunganya bergerombol (Yovita. 2009). Gagang bunga panjangnya 2-3 mm, berwarna kekuningan, berbau harum. Daun mahkota sejumlah 5 helai, dengan daun kelopaknya sejumlah 5 serta bercuping bercuping. Benang sari 5 utas, dengan akan buah terbenam beruang 1-4 serta tangkai putik bercabang 2. Cakramnya bercuping 10 atau beralur-alur (Clifford. 2001). Bunga uniseksual, nampak dari ketiak daun, berupa payung menggarpu, panjangnya 1-2 cm, tersusun atas 7-20 kuntum bunga (Latif. 2002).
Type polen pada Ziziphus marauritiana yaitu Tricolporat (Anjum. 2005).

6. Buah
Buah ini memiliki bentuk oval, obovate, lonjong atau bulat. Kulit berwarna hijau mengkilat, permukaan halu, tidak tebal namun ketat. Daging buah berwarna putih serta renyah. Mempunyai aroma yang enak (Clifford. 2001). Buah-buahan berwarna hijau serta menguning waktu menua. Buah yang masak lunak, berair dengan kulit keriput serta mempunyai aroma mengasyikkan. Buah yang masak rasa-rasanya asam manis. Struktur serta rasa-rasanya serupa buah Apel (Anjuran. 2007). Buahnya bertipe buah batu, berupa bulat, hingga bulat telur, bisa meraih ukuran 6 cm X 4 cm. Kulit buah halus atau kasar, mengkilap, berwarna kekuningan hingga kemerahan. Daging buah berwarna putih, banyak terkandung sari buah, rasa-rasanya asam atau manis (Gembong. 2009 : 309).

7. Biji
Akan buah menumpang atau terbenam, beruang 1-4, dalam setiap ruangan diisi 1 akan biji. Biji mempunyai endosperm, instansi lurus serta besar (Gembong. 2009 : 309)
Biji terdapat dalam batok yang berbenjol serta beralur tak teratur yang diisi 1-2 inti biji yang berwarna coklat pada setiap ruangan (Clifford. 2001).

3. 3 Fisiologi
Zizyphus marauritiana termasuk juga kedalam tanaman C3. Diberi nama tanaman C 3 karna product fiksasi karbon organik pertama tanaman ini yaitu senyawa berkarbon-tiga, 3-fosfogliserat. Tanaman C3 menghasilkan makanan jika stomatanya tertutup pada hari yang panas serta kering. Tingkat CO2 yang alami penurunan dalam daun bakal kurangi bahan ke siklus Calvin yang bikin kondisi lebih buruk, rubisco bisa terima O2 sebagai pengganti CO2. Karna konsentrasi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruangan hawa didalam daun, rubisco memberikan O2 pada siklus Calvin serta bukannya CO2. Produknya terurai serta satu potong senyawa berkarbon dua di kirim keluar dari kloroplas. Mitokondria serta peroksisom lalu memecah molekul berkarbon dua jadi CO2. Sistem ini dimaksud fotorespirasi, karna sistem ini berlangsung dalam sinar serta konsumsi O2. Tak seperti fotosintesis, fotorespirasi tak membuahkan ATP serta makanan (Heyna. 1897). Kekeringan adalah aspek terpenting yang membatasi perkembangan serta pembangunan di tinggi tanaman. Karna kekeringan yaitu peristiwa umum di lingkungan alami supply air terbatas. Tanaman ini bisa hindari stres kekeringan dengan mengoptimalkan penyerapan air yakni dengan penutupan stomata (Clifford. 2001).

3. 4 Faedah
Sisi dari Pokok Bidara yang bisa digunakan yaitu buah, daundan kayu (Marwat. 2009).
Daun pokok bidara umumnya dipakai saat memandikan jenazah untuk orang Islam. Daunnya juga umum dipakai saat mandi harus untuk wanita yang baru suci dari pada haid (Marwat. 2009). Buah Pokok Bidara bisa dikonsumsi dalam kondisi fresh, atau diperas jadi minuman penyegar, juga dikeringawetkan, atau di buat manisan. Buah ini bisa menjaga kelembapan serta keseimbangan badan (Marwat. 2009). Buah bidara bisa dikonsumsi dalam kondisi fresh atau diperas jadi minuman penyegar, diawetkan atau di buat manisan. Daun muda, bisa dipakai sebagai sayuran, atau pakan ternak. Kulit kayu serta buahnya membuahkan pewarna. Kayunya kemerahan, memiliki tekstur halus, keras, serta tahan lama, serta dipakai sebagai kayu bubur, perlengkapan rumah tangga, atau perlengkapan yang lain. Buah, biji, daun, serta kulit kayu, dan akar bermanfaat untuk penyembuhan serta menolong pencernaan (Heyne. 1987). Mempunyai manfaat untuk mengobati beragam type penyakit, salah satunya, diare, kencing manis serta malaria (Yovita. 2009).

Pernah dilaporkan kalau buah bidara juga di rebus serta membuahkan sirop (Dahiru. 2010). Di India pohon bidara adalah satu diantara sebagian type tanaman yang dipakai untuk pemeliharaan serangga lak ; ranting-ranting yang terbungkus oleh sekresi serangga itu dipungut untuk diolah jadi sirlak (Anjuran. 2007). Kulit kayu serta buahnya membuahkan bahan pewarna. Kayunya berwarna kemerahan, memiliki tekstur halus, keras, serta tahan lama, serta dipakai sebagai kayu bubut, alat rumah tangga, serta alat-alat lain. Buah, biji, daun, kulit kayu, serta akarnya bermanfaat obat, terlebih untuk menolong pencernaan serta sebagai tapal untuk luka (Marwat. 2009). Di Malaysia rebusan kulit kayunya bisa digunakan untuk obat sakit perut (Latif. 2002). Buah masak beberapa besar dikonsumsi mentah namun mereka dapat juga di buat jelas, kering serta bubuk. Daunnya bisa dikonsumsi oleh unta, kambing, sapi serta gizi. Nutrisi buah masak lebih kaya dari buah Apel yakni pada kandungan protein, fosfor, kalsium, karoten serta vitamin C (Anjuran. 2007). Bisa dikerjakan untuk penyembuhan luka, anodyne serta tonik, obat penahan darah serta memurnikan darah (Marwat. 2009). Disuatu riset di ketahui kalau ekstrak buah Ziziphus mauritiana berbentuk hepatoprotektif dapat menginduksi diinduksi hati pada tikus. Hal itu karna buah Bidara memiliki kandungan senyawa, asam caffeic, p-hidroksibenzoat, fenolik serta kaya vitamin C (Dahiru. 201

 

Leave a Reply