Pahami Kenaikan Berat Badan Saat Hamil

, , Leave a comment

 

Perubahan yang terjadi pada saat hamil salah satunya yaitu kenaikan berat badan. Karena dengan penambahan berat badan ini dapat menunjang perkembangan janin ketika mengandung.

Dapat di kirakan, kenaikan pada trismester pertama kehamilan berkisar 0,5-2 kg. Kemudian kenaikan pad trismester kedua dan ketiga kenaikan berta badan badan berkisar 0,4-0,59 kg (untuk berat badan yang di bawah normal),  kenikan 0,36-0,45 (untuk kenaikan berat badan orang normal), 0,23-0,32 kg (untuk kenaikan berat badan berlebih), serta 0,18-0,27 (untuk berat badan orang yang kegemukan atau obesitas).

Lalu, kemana akan di alihkannya bobot badan tersebut? Seperti ini kira-kira :

Bayi: 3–3,6 kg.

Plasenta: 0,7 kg.

Air ketuban: 1 kg.

Payudara: 1 kg.

Rahim: 1 kg.

Kenaikan volume dari darah: 1,4–1,8 kg.

Kenaikan volume dari cairan: 1,4–1,8 kg.

Cadangan dari lemak: 2,7–3,6 kg.

 

Tips tignkatkan berat ddengan baik dan tepat

Mungkin kamu dulu mendengar kalimat, “Ibu hamil mesti makan bersama porsi dobel karena tengah berbadan dua”. Namun, kesimpulan berikut tidak benar. Di pas hamil, kamu sebenarnya butuh asupan kalori yang lebih banyak, namun tidak berarti mesti serba dua porsi.

Nah, ikutilah cara di bawah ini untuk meraih kenaikan bobot tubuh secara tepat

Makanlah dalam porsi sedikit namun sering. Contohnya, kamu bisa mengisi perutmu 5–6 kali dalam sehari.

Ketika memakan makanan seperti telur orak-arik, sereal, atau kentang rebus, kamu bisa memberi tambahan susu bubuk tanpa lemak ke dalamnya.

Tambahkan selai kacang saat kamu mengonsumsi buah, roti, atau biskuit.

Selalu sedia makanan enteng seperti cracker, buah kering, kacang, es krim atau yogurt.

Kamu termasuk disarankan untuk menambah ekstra mentega atau keju pada makananmu.

Tidak mesti risau bersama kenaikan berat badan yang melonjak karena perihal itu mutlak bagi kebugaran bayimu. Jika selama hamil bertambahnya berat badanmu kurang, kamu barangkali bisa melahirkan bayi bersama berat badan yang rendah atau lahir prematur.

Namun, kamu termasuk tidak boleh mengalami kenaikan berat badan secara berlebihan. Kondisi ini bisa menambah risiko bayi kamu mengalami gangguan kebugaran dan mengalami obesitas di jaman kanak-kanak.

 

Leave a Reply