Susu Formula Pendamping ASI Dalam Jadwal Makan Bayi

, , Leave a comment

Air Susu Ibu atau yang lebih sering kita dengar dengan ASI, merupakan asupan nutrisi terbaik untuk bayi. Bahkan, WHO merekomendasikan jadwal makanan bayi untuk pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama sejak kelahirannya, kemudian dilanjutkan dengan penambahan MPASI hingga usia 2 tahun berikutnya. Mengapa harus ASI? karena ASI sudah mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembangnya.

ASI sangat mudah dicerna dan mengandung antibodi untuk sistem kekebalan tubuh bayi yang tentu tidak bisa didapat dari susu formula. Sedangkan, manfaatnya bagi ibu, ASI eksklusif dan pemberian hingga usia 2 tahun bisa menurunkan risiko kanker payudara. Namun, ada sebagian ibu lebih memilih untuk memberikan susu formula kepada buah hatinya. Bukan karena tren, tapi lebih karena banyak faktor yang mempengaruhi mengapa ASI tak kunjung keluar hingga akhirnya Sang Ibu memutuskan memberikan susu formula. Bukan sebuah pilihan mudah tentunya.

Banyak mitos atau masalah menyusui yang dihadapi para ibu.Diantaranya seperti, puting lecet, puting pecah-pecah hingga produksi ASI yang kurang. Tentu ini merupakan masalah yang cukup membebani bagi para ibu, apalagi bila si kecil sudah memasuki masa MPASI karena tentu membuat jadwal makanan bayi menjadi carut marut. Lalu, apa solusinya? Bila ASI tidak bisa, apakah sufor cukup bagus untuk menggantikannya?

Dewasa ini, susu formula memang dikenal masyarakat identik sebagai pengganti ASI. Bahkan tak jarang, banyak ibu yang memasukkan daftar pemberian susu formula ke dalam jadwal makanan bayi. Namun, alangkah baiknya bila penggunaan susu formula dipilih jika segala macam teknik pemberian ASI telah dicoba, tetapi gagal atau ada beberapa pantangan menyusui, misalnya ibu meninggal hingga ibu dengan HIV positif.

Mengapa kita perlu cermat dalam menggunakan susu formula? Karena susu formula merupakan produk buatan manusia yang tentunya memiliki keterbatasan. Seperti misalnya, resiko alergi, resiko gangguan cerna, hingga resiko penyebab beberapa penyakit lain seperti asma, obesitas, hingga diabetes.

Bila memang sangat terpaksa untuk memberikan susu formula dalam jadwal makanan bayi, maka ada baiknya memberikan susu formula sesuai umur bayi Ibu dan sudah terdaftar di BPOM RI tentunya. Jangan lupa, jika bayi Ibu mengalami alergi, Ibu bisa memilih susu formula dari susu sapi maupun soya dan mengandung komposisi whey lebih tinggi. Whey merupakan salah satu protein utama pada susu, baik susu ibu maupun susu sapi ataupun susu formula. Protein pada ASI terdiri dari 65% protein whey. Whey ASI mempunyai substansi penting yaitu alpha-lactalbumin, immunoglobulin, albumin, enzym (lysozyme), faktor pertumbuhan, dan hormon. Sebaliknya, susu sapi hanya mempunyai protein whey sebesar 18%. Protein whey adalah protein lengkap, yang terdiri dari asam amino esensial dan non-esensial. Keunggulannya, protein whey memiliki nilai biologis tinggi yang artinya mudah diserap dan 100% digunakan oleh tubuh. Namun, akan jauh lebih baik bila Ibu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai jenis susu formula yang baik bagi si kecil sebelum memasukkanya ke dalam daftar jadwal makanan bayi.

Setiap asupan nutrisi yang diberikan kepada bayi memang harus benar-benar dicermati. ASI dan susu formula memang tak pernah sama, namun tak ada salahnya untuk memberikan sufor sebagai pengganti apabila Ibu telah berupaya secara maksimal untuk memberikan ASI sebagaimana mestinya. Asalkan semua dilakukan sesuai aturan dan saran dari ahlinya. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply